Do I Marry The Right Man??

Iseng buka file2 lama di kompi, nemu artikel ini. Really nice. Written by Herry Yuliawan on http://rileks.com Pas banget sm kondisiku saat ini yg lg kacau g karu2an.😦

SETIAP ikatan memiliki siklus. Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.

Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit. Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan “jatuh” cinta! Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”. Bayangkan eksprisi tersebut! Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.

Jatuh cinta itu mudah. Sesuatu yang pasif dan spontan. Tapi? Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar. perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan. Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada.

Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.

Dan pada situasi inilah pertanyaan “Did I marry the right person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya.. Nah Lho! Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain. Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas? Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar. Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini. Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas. Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TV nya bosen ditonton, ataupun hal- hal yang menyolok lainnya.

Tapi tau ngga?! Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri. Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya. Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh, Anda bisa! Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik. Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).

Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah. Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang. Itu adalah siklus… Karena.. … (pahamilah dengan seksama hal ini)

KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!

Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi! Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari. Benar juga ungkapan “diperbudak cinta” Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi. Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK. Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik. Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.

Cinta bukanlah MISTERI Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar. Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya. Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat. Ini merupakan reaksi sebab akibat. Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa “MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”.

Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..! Jika ia sebuah cinta,, ia tidak mendengar… namun senantiasa bergetar. Jika ia sebuah cinta,,ia tidak buta…namun senantiasa melihat dan merasa.Jika ia sebuah cinta,,ia tidak menyiksa… namun senantiasa menguji. Jika ia sebuah cinta,,ia tidak memaksa…namun senantiasa berusaha. Jika ia sebuah cinta,,ia tidak cantik…namun senantiasa menarik. Jika ia sebuah cinta,,ia tidak datang dengan kata-kata…namun senantiasa menghampiri dengan hati. Jika ia sebuah cinta,,ia tidak terucap dengan kata…namun senantiasa hadir dengan sinar mata. Jika ia sebuah cinta,,ia tidak hanya berjanji…namun senantiasa mencoba memenangi. Jika ia sebuah cinta,,ia mungkin tidak suci…namun senantiasa tulus. Jika ia sebuah cinta,,ia tidak hadir karena permintaan…namun hadir karena ketentuan. Jika ia sebuah cinta,,ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan…namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan. Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya. Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya.

[Okay. Skip this section. I’m crying now. :cry:]

About teecha

Virgo. Maika's #1 fan. Wife. Extraordinary woman wannabe
This entry was posted in luv, misc and tagged , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Do I Marry The Right Man??

  1. yours says:

    menurut saya perkawinan tu kayak investasi… Makin dikelola baik dan benar, makin berkembanglah investasi eh perkawinan saya, yang suatu hari bisa saya nikmati.

    Saya pernah dalam kondisi tak punya uang. Mengapa itu terjadi? Karena saya tak pernah memiliki keinginan berinvestasi jangka panjang. Malah senantiasa menghamburkan uang. Menjadi royal adalah kekeliruan, royal itu membuang uang untuk hal tak berguna. Tak bedanya dengan perselingkuhan. Membuang cinta di tempat yang keliru. Maka, karena royal, saya tak punya uang. Sebab tak punya uang, apa yang mau saya investasikan?…

    Maka, perselingkuhan itu seperti gaya hidup yang royal. Kalau sudah begitu, perkawinan atau hubungan apa yang bisa dihasilkan dari sebuah pemborosan? Ketika saya membaca curhat-curhat yang menyakitkan itu, saya berjanji juga akan membenahi keadaan hubungan saya seperti saya sedang dalam taraf membenahi kondisi keuangan.

  2. Setuju!!!!!yang di bold pink itu prinsip gw banget!!!

  3. Rasulullaah shalallaahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang memberi karena Allah, tidak memberi karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah dan menikah karena Allah, berarti telah sempurna imannya.” (HR. At Tirmidzi)

  4. RenniKKerenn says:

    soal pasti nggaknya tentang sebuah ‘siklus’ seperti postingan ini,jangan terlalu dipikirin lahh..ujian,masalah,itu pasti ada..we are not a perfect human,pasti ada jatuhnya juga..

    tapi,klo semua dijalani berdua pake ikhlas,sabar,dan tawakkal sesuai ikrar kalian berdua sebelum memutuskan utk get married,insya allah bawaannya hepi melulu kok buu😀

    *tumben2nya komen bginih..lagi kesambet nih*

  5. teecha says:

    @ yours a.k.a. calon swamikuw…
    Aku dsamakan dng uang?? Huks… Tp gpp deh.. Uangmu uangku,,uangku ya tetep uangku. Weheee… *komen g nyambung,nampak matre pula. Xixixixi….*

    @ Rika
    Butul,bu… Stujuh!!!!

    @ Lely
    Insya Allah… Ini sdg dlm tahap mnguatkan nawaitu-nya. Mohon doanya yaaa…..

    @ Rennik
    Komen dr yg suda pngalaman emg beda “feel”nya yah… Thx ya,buu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s